Minggu, 23 Februari 2014

KEMBALIKAN FUNGSI SILATURRAHIM GUNA MEMPERTAHANKAN CULTURE ISLAM YANG SUDAH ADA SERTA MEMPERKOKOH PERADABAN ISLAM

KEMBALIKAN FUNGSI  SILATURRAHIM GUNA MEMPERTAHANKAN CULTURE ISLAM YANG SUDAH ADA SERTA MEMPERKOKOH PERADABAN ISLAM
            Mulanya mari kita pahami dan kenali dahulu apa itu yang dimaksud Sillaturrahmi, sehingga lebih mudah untuk mengaplikasikannya nanti. Silaturrahim memiliki makna dan arti yang luas. Silaturrahim pada umumnya sering diartikan sebagai tali / hubungan persahabatn/persaudaraan, namun sebenarnya arti silaturahim tidak hanya sekedar itu seperti kata ibnu jamrah (w 695 H ) :
Silaturrahimi huwa isholu maa amkana minal khoiri wa da’u maa amkana minas syarri bihasbit thaaqati”
(Silaturrahim adalah menyampaikan kebaikan semaksimal mungkin dan menolak kejelekan semaksimal mungkin sesuai kemampuan) Fathul Bari X : 418.
Manfaat dan keutamaan dari silaturrahim juga banyak, diantaranya adalah diluaskan rejekinya, dipanjangkan umurnya, dikenangg kebaikannya, khusnl khotimah, salah satu kunci msuk syurga serta menamha rasa kecintaan terhadap sesama saudara. Beberapa hadist juga telah menjelaskannya. Melihat fenomena yang ada sekarang masyarakat lebih cenderung individualistist, dalam artian sudah banyak remaja-remaja yang hanya mementingkan kepentingan mereka sendiri baik segi individu ataupun golongan dan bahkan tidak memerhatikan kondisi orang tua mereka ataupun keluarga mereka yang ada di rumah, serta sudah banyak pula orang-orang yang melalaikan sesama sanak saudaranya yag dikarenakan kesibukan mereka masing-masing sehingga sudah lupa bahwa ada saudara yang perlu dikunjungi demi tetap terjalinnya tali silaturahim sehingga rasa ukhuwah dan cinta keluarga tetap ada, dan bahkan Islam mengajarkn bhwa tidak hanya terjadi di dalam keluarga melainkan kepada siapapun yang muslim dan mukmin adalah saudara, sehingga diharapkan antar sesama umat islam tetap menjaga persudaraannya tersebut.
Sangat disayangkan sekali yang terjadi dari perubahan zaman yag semakin cepat sehingga peradaban Islampun tergerus oleh budaya-budaya yang sedikit demi sedikit mulai menghilangkan tradisi-tradisi yang sudah ada khususnya di Indonesia , dimana Indonesia adalah salah satu negara dengan mayoritas Islam terbesar di dunia meskipun Indonesia bukan negara Islam, namun sebagian penduduknya adalah Islam, dan sudah menjadi rahasia umum bahwa wali songo adalah sosok waliullah yang telah menyebarkan agama Islam dengan berbagai inovasi yang ada pada zaman tersebut sehingga dapat diterima oleh masyarakat pada umumnya, salah satunya dengan adanya pengajian, tahlilan, istighosah dsb. Sebagai pemuda Islam sudah seharusnya  kita dapat meneruskan perjuangan mereka apalagi pada zaman yang penuh dengan kebebasan pada saat ini, peradaban Islampun mulai bergeser sehingga unsur-unsur keislamannya semakin sulit untuk ditemukan.
Maka, dari hal tersebut penulis memiliki ide untuk para kaum muslimin dan mukminin khususnya bagi para pemuda sebagai tonggak serta penggerak dari adanya suatu perubahan dalam peradaban agar kita memperkencang atau memperkuat sabuk keislaman yang sudah ada, yaitu salah satunya dengan silaturrahim, menambah rasa kekeluargaan kita yang sudah hampir punah, sehingga bisa kembali lagi seperti pada zaman dahulu dimana sifat kekeluargaan sangat terasa di sekitar lingkungan persaudaraan kita. Silaturrahim disini bukan hanya sekedar bersalam-salaman antar sesama muslim seperti pada saat idul fitri dimana orang-orang saling berkunjung ke sasama sanak sudara dan tetangga mereka, namun bukan hanya sekedar itu, tetapi juga saling betegur sapa, menghubungi kembali saudara-saudara yang jauh dan sudah lama mis-komunikasi, saling membantu, serta apabila ada waktu kosong bersama diusahakan agar mengadakan suatu kegiatan Islami yang  rutinan.
Pemuda merupakan objek serta subjek utama dalam progam ini karena dianggap mereka akan lebih efektif dan masih memiliki semangat juang yang tiggi. dari hal-hal sederhana tersebut dimulaidari saling tegur sapa dan menghubungi sesama saudara satu sama lain dari sini pasti akan menjalar atau menyalur ke sesama saudara muslim lainnya sehingga kebiasaan atau adat yang lama mulai tumbuh kembali yaitu bersilaturrahim, yang kemudian dari adanya tali silaturrahim tersebut setelah lama dan seiring bertambahnya waktu ketika rasa kekeluargaan mulai muncul maka kita dapat mengadakan acara rutinan atau menummbuhkan kembali culture/budaya keislaman yang sudah ada dulunya dan bahkan bisa memberikan inovasi dari budaya tersebut dengan ketentuan tetap dalam batas-batas keislaman, seperti halnya : mengadakan khataman al qur’an atau bersholawat serta berdzikir bersama baik dari yang anak kecil serta orang dewasa pada hakekatnya adalah mencurahkan kecintaan terhadap Islam dengan mengadakan suatu kegiatan.
Dari kegiatan rutinan, jika bisa diistiqomahkan maka keberlangsungannya selain dapat mempertahankan culture/budaya dari agama islam namun juga dapat memperkokoh peradaban islam yang ada dan bahkan dapat membangkitkan kembali peradaban islam yang sudah tergerus oleh globalisasi dimana masyarakat lebih cenderung pada budaya kebarat-baratan. Karena suatu hal yang istiqomah akan lebih sulit untuk dihancurkan atau dirobohkan dari pada suatu hal/kegiatan yang dikerjakan hanya sekedarnya saja atau setengah – setengah. Sebuah peradaban dapat bertahan lama karena orang-orangnya cinta , seperti halnya peradaban islam, ketika orang – orang  yang mencintai islam mau menjalankan akitivas keislamannya utamanya secara istiqomah. Maka peradaban yang seperti itu akan tidak mudah digantikan oleh peradaban yang baru, dengan maraknya orang – orang yang melakukan aktivitas keislaman dengan masih memperhatikan batassan – batasan islam maka akan tidak mudah untuk digoyangkan dan malah akan memperkuat benteng keislaman itu sendiri. Peradaban Islam mulai runtuh karena orang –orang islam yang sudah tidak lagi mengamalkan kegiatan- kegiatan islam, sehingga dengan mudahnya mulai dimasuki dengan budaya – budaya baru yang bahkan telah menyimpang dari syari’at – syari’at Islam tersebut. Maka dari itu mari saudara-saudara ikhwan, akhwat sesama muslim untuk memperkokoh kembali pondasi Islam yang hampir hilang oleh zaman.