KEMBALIKAN FUNGSI SILATURRAHIM GUNA MEMPERTAHANKAN CULTURE ISLAM
YANG SUDAH ADA SERTA MEMPERKOKOH PERADABAN ISLAM
Mulanya mari kita pahami dan kenali
dahulu apa itu yang dimaksud Sillaturrahmi, sehingga lebih mudah untuk
mengaplikasikannya nanti. Silaturrahim memiliki makna dan arti yang luas. Silaturrahim
pada umumnya sering diartikan sebagai tali / hubungan persahabatn/persaudaraan,
namun sebenarnya arti silaturahim tidak hanya sekedar itu seperti kata ibnu
jamrah (w 695 H ) :
“Silaturrahimi huwa isholu maa amkana minal
khoiri wa da’u maa amkana minas syarri bihasbit thaaqati”
(Silaturrahim
adalah menyampaikan kebaikan semaksimal mungkin dan menolak kejelekan
semaksimal mungkin sesuai kemampuan) Fathul Bari X : 418.
Manfaat
dan keutamaan dari silaturrahim juga banyak, diantaranya adalah diluaskan
rejekinya, dipanjangkan umurnya, dikenangg kebaikannya, khusnl khotimah, salah
satu kunci msuk syurga serta menamha rasa kecintaan terhadap sesama saudara.
Beberapa hadist juga telah menjelaskannya. Melihat fenomena yang ada sekarang
masyarakat lebih cenderung individualistist, dalam artian sudah banyak
remaja-remaja yang hanya mementingkan kepentingan mereka sendiri baik segi
individu ataupun golongan dan bahkan tidak memerhatikan kondisi orang tua mereka
ataupun keluarga mereka yang ada di rumah, serta sudah banyak pula orang-orang
yang melalaikan sesama sanak saudaranya yag dikarenakan kesibukan mereka
masing-masing sehingga sudah lupa bahwa ada saudara yang perlu dikunjungi demi
tetap terjalinnya tali silaturahim sehingga rasa ukhuwah dan cinta keluarga
tetap ada, dan bahkan Islam mengajarkn bhwa tidak hanya terjadi di dalam
keluarga melainkan kepada siapapun yang muslim dan mukmin adalah saudara,
sehingga diharapkan antar sesama umat islam tetap menjaga persudaraannya
tersebut.
Sangat
disayangkan sekali yang terjadi dari perubahan zaman yag semakin cepat sehingga
peradaban Islampun tergerus oleh budaya-budaya yang sedikit demi sedikit mulai
menghilangkan tradisi-tradisi yang sudah ada khususnya di Indonesia , dimana
Indonesia adalah salah satu negara dengan mayoritas Islam terbesar di dunia
meskipun Indonesia bukan negara Islam, namun sebagian penduduknya adalah Islam,
dan sudah menjadi rahasia umum bahwa wali songo adalah sosok waliullah yang
telah menyebarkan agama Islam dengan berbagai inovasi yang ada pada zaman
tersebut sehingga dapat diterima oleh masyarakat pada umumnya, salah satunya
dengan adanya pengajian, tahlilan, istighosah dsb. Sebagai pemuda Islam sudah
seharusnya kita dapat meneruskan
perjuangan mereka apalagi pada zaman yang penuh dengan kebebasan pada saat ini,
peradaban Islampun mulai bergeser sehingga unsur-unsur keislamannya semakin
sulit untuk ditemukan.
Maka,
dari hal tersebut penulis memiliki ide untuk para kaum muslimin dan mukminin
khususnya bagi para pemuda sebagai tonggak serta penggerak dari adanya suatu
perubahan dalam peradaban agar kita memperkencang atau memperkuat sabuk
keislaman yang sudah ada, yaitu salah satunya dengan silaturrahim, menambah
rasa kekeluargaan kita yang sudah hampir punah, sehingga bisa kembali lagi
seperti pada zaman dahulu dimana sifat kekeluargaan sangat terasa di sekitar
lingkungan persaudaraan kita. Silaturrahim disini bukan hanya sekedar
bersalam-salaman antar sesama muslim seperti pada saat idul fitri dimana
orang-orang saling berkunjung ke sasama sanak sudara dan tetangga mereka, namun
bukan hanya sekedar itu, tetapi juga saling betegur sapa, menghubungi kembali
saudara-saudara yang jauh dan sudah lama mis-komunikasi, saling membantu, serta
apabila ada waktu kosong bersama diusahakan agar mengadakan suatu kegiatan
Islami yang rutinan.
Pemuda
merupakan objek serta subjek utama dalam progam ini karena dianggap mereka akan
lebih efektif dan masih memiliki semangat juang yang tiggi. dari hal-hal sederhana
tersebut dimulaidari saling tegur sapa dan menghubungi sesama saudara satu sama
lain dari sini pasti akan menjalar atau menyalur ke sesama saudara muslim
lainnya sehingga kebiasaan atau adat yang lama mulai tumbuh kembali yaitu
bersilaturrahim, yang kemudian dari adanya tali silaturrahim tersebut setelah
lama dan seiring bertambahnya waktu ketika rasa kekeluargaan mulai muncul maka
kita dapat mengadakan acara rutinan atau menummbuhkan kembali culture/budaya
keislaman yang sudah ada dulunya dan bahkan bisa memberikan inovasi dari budaya
tersebut dengan ketentuan tetap dalam batas-batas keislaman, seperti halnya :
mengadakan khataman al qur’an atau bersholawat serta berdzikir bersama baik
dari yang anak kecil serta orang dewasa pada hakekatnya adalah mencurahkan
kecintaan terhadap Islam dengan mengadakan suatu kegiatan.
Dari
kegiatan rutinan, jika bisa diistiqomahkan maka keberlangsungannya selain dapat
mempertahankan culture/budaya dari agama islam namun juga dapat memperkokoh
peradaban islam yang ada dan bahkan dapat membangkitkan kembali peradaban islam
yang sudah tergerus oleh globalisasi dimana masyarakat lebih cenderung pada
budaya kebarat-baratan. Karena suatu hal yang istiqomah akan lebih sulit untuk
dihancurkan atau dirobohkan dari pada suatu hal/kegiatan yang dikerjakan hanya
sekedarnya saja atau setengah – setengah. Sebuah peradaban dapat bertahan lama
karena orang-orangnya cinta , seperti halnya peradaban islam, ketika orang –
orang yang mencintai islam mau
menjalankan akitivas keislamannya utamanya secara istiqomah. Maka peradaban
yang seperti itu akan tidak mudah digantikan oleh peradaban yang baru, dengan
maraknya orang – orang yang melakukan aktivitas keislaman dengan masih
memperhatikan batassan – batasan islam maka akan tidak mudah untuk digoyangkan
dan malah akan memperkuat benteng keislaman itu sendiri. Peradaban Islam mulai
runtuh karena orang –orang islam yang sudah tidak lagi mengamalkan kegiatan-
kegiatan islam, sehingga dengan mudahnya mulai dimasuki dengan budaya – budaya
baru yang bahkan telah menyimpang dari syari’at – syari’at Islam tersebut. Maka
dari itu mari saudara-saudara ikhwan, akhwat sesama muslim untuk memperkokoh
kembali pondasi Islam yang hampir hilang oleh zaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar